Wednesday, April 24, 2013

MEMPERJUANGKAN MASYARAKAT YANG ADIL, DAMAI, DAN SEJAHTERA

 berikut ini merupakan pengertian tentang cara memperjuangkan masyarakat adil, damai dan sejahtera
1.     Arti dan Makna Adil, Damai dan Sejahtera
Adil berarti tidak berat sebelah, berpihak kepada yang benar atau berpegang pada kebenaran. Orang mengakui hak sesamanya tanpa pilih kasih. Leadilan tidak hanya mengatur kehidupan perorangan, melainkan dan terutama kehidupan bersama antara manusia. Keadilan adalah satu prinsip menata dan membangun masyarakat manusiawi yang damai sejahtera.
Damai tidak hanya berarti tidak perang, dan tidak hanya berarti sekedar adanya keseimbangan antara-antara kekuatan-kekuatan yang berlawanan. Damai mengandaikan adanya tatanan sosial yang adil, sama dan serasa yang menjamin ketenangan dan keamanan hidup setiap manusia. Damai merupakan kesejahteraan tertinggi, yang sangat diperlukan untuk perkembangan manusia dan lembaga-lemabaga kemanusiaan. Sejahtera adalah keseluruhan kondisis hidup masyarakat yang memungkinkan, baik kelompok-kelompok maupun anggota-anggota perorangan, untuk secara lebih penuh dan lebih lancar mencapai kesempurnaan mereka sendiri. Setiap kelompok lain yang wajar, bahkan kesejahteraan umum segenap keluarga manusia. Maka, sudah seharusnya setiap orang memperoleh sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup secara manusiawi. Misalnya, memperoleh nafkah, pakaian, perumahan, hak untuk memilih status hidup dengan bebas. Hak untuk membentuk keluarga, hak untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, nama baik, kehormatan, informasi yang semestinya, hak untuk bertindak menurut hati nuraninya yang benar, hak atas perlindungan hidup, dan hak atas kebebasan yang wajar, juga dalam hal agama (Gaudium et Spes, Art. 26). Singkatnya, hak untuk memiliki sesuatu yang menjamin martabatnya sebagai manusia.
Adil, damai, dan sejahtera menyangkut martabat manusia yang merupakan anugerah dari sang Pencipta. Oleh karena itu, kita harus memperjuangkan kondisi dan situasi masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.

2.     Inspirasi dan visi dai Injil dan Ajaran Gereja untuk Memperjuangkan Masyarakat yang Adil, Damai, dan Sejahtera
Bagaimana sikap kita (Gereja) dalam situasi seperti yang dilukiskan di atas? Dalam setiap situasi sulit, kita diajak untuk selalu menimba inspirasi dari ajaran iman kita.
Pada saat Juruslamat dilahirkan, para malaikat berkata kepada para gembala dipadang Efrata:” Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh Bangsa. Hari ini telah labir bagimu Juruselamat …..” (Luk 2 : 10 -12).
Sang Juruselamat adalah pembawa damai sejahtera bagi dunia seperti yang dinyanyikan para malaikat itu:”Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggidan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenankepadaNya” (Luk 2:14). Apabila para malaikat memuji Dia yang datang adalah “ Pembawa damai sejahtera”, karena memang “Dialah Sang Raja Damai, yang memerintah dengan keadilan dan kebenaran sampai selama-lamanya” (Yes 9 : 5-6).
Lukisan tentang “damai sejahtera” yang dikehendaki Allah sama seperti yang dinubuatkan Nabi Yesaya dalam kitab suci Perjanjian Lama:”serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing ….anakyang menyusu akan bermain dekat liang ular tedung …….. tidak ada yang akan berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunungku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya” (Yes 11: 1-10).







Kedatangan Tuhan ke dalam dunia menjamin adanya pembebasan dan pendamaian yang benar, baik dalam keluarga, komunitas Gereja, maupun masyarakat dunia. Tuhan yang telah mendamaikan kita dengan diriNya menghendaki agar menusia hidup dalam damai sejahtera dengan sesamanya.
Juruselamat, Sang Raja Damai, akan membangun KerajaanNya di bumi ini, dimana manusia akan mengalami kesejahteraan lahir dan batin. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk berperan serta secara aktif dalam membangun Kerajaaan Allah di dunia, supaya dunia lebih manusiawi dan layak untuk dihuni. Yesus yang memulai membangun Kerajaan Allah di bumi ini telah mengamanatkan kepada kita para pengikutNya agar menjadi garam dan terang dunia (mat 5:13-16) serta ragi bagi masyarakat . jadi, kita (Gereja) harus terlibat dalam suka duka dunia ini.
Konstitusi Pastoral Ganudium et Spes arti. 1 mengatakan bahwa kegembiraan  dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan menderita, merupakan keprihatinan Gereja. Gereja mengalami dirinya sungguh erat berhubungan dengan umat manusia serta sejarahnya. Gereja yang hidup dalam dunia yang dinamis, maka Gereja melaksanakan dan mewujudkan amanat Yesus Kristus. Gereja diutus ke tengah-tengah dunia untuk membawa damai sejahtera.

3.     Hal-Hal yang Harus diperhatikan untuk Memperjuangkan Masyarakat yang Damai dan Sejahtera
Ketidakadilan structural adalah penyebab yang terdalam mengapa masyarakat kita tidak damai sejahtera. Oleh karena itu, hal-hal berikut ini kiranya perlu diusahakan :

a.     Masyarakat perlu disadarkan akan adanya situasi buruk yang mereka alami. Banyak anggota masyarakat yang tidak menyadarinya, acuh tak acuh atau bersikap pasrah saja terhadap situasi buruk yang mereka alami. Kita perlu menyadari masalah hak-hak dasar manusia, agar kit dapat menentukan mana yang harus disingkirkan. Keadilan harus diperjuangkan demi kesejahteraan untuk menghadapi situasi dunia yang semakin yang makin tidak menentu, dimana ketidakadilan dan pemerkosaan terhadap hak-hak dasar manusia sering terjadi. Tidak seorang pun yang boleh merampas hak orang lain. Ini harus disadari sungguh oleh masyarakat.

b.     Keadilan demi kesejahteraan hanya dapat diperjuangkan dengan memberdayakan mereka yang menjadi kurban ketikadilan. Tidak cukup hanya dengan karya belas kasih ( karya karitatif) melulu. Para korban ketidakadilan harus disadarkan tentang situasi yang menimpa dirinya, kemudian diajak untuk bangkit bersama-sama melalui berbagai usaha kooperatif untuk memperbaiki nasibnya. Dengan cara demikian, struktur dan sistem sosial yang tidak adil dapat diubah. Tanpa gerkan dan tindakan yang sungguh kooperatif sebuah struktur dan sistem tidak akan goyah.

c.      Cara bertindak yang tepat adalah dengan memberikan hidup melalui keterlibatan untuk menciptakan keadilan dalam diri kita sendiri terlebih dahulu. Kita hendaknya mulai dengan diri dan lingkungan kita, misalnya dalam lingkungan Jemaat Kristiani sendiri.

d.     Usaha memperjuangkan keadilan dan kesetiakawanan bersama dengan mereka yang diperlakukan tidak adil tidak boleh dilakukan dengan kekerasan. Keunggulan cinta kasih di dalam sejarah menarik banyak orang untuk memilih dan bertindak tanpa kekerasan melawan ketidakadilan. Bekerja sama perlu pula diusahakan.








4.     Kendala-Kendala
a.       Untuk menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera memerlukan perubahan struktur dan sistem yang tidak adil dalam masyarakat. Namun, untuk mengubah struktur dan sistem masyarakat yang sudah baku dan dipertahankan oleh orang-orang yang berkuasa dibidang politik dan ekonomi tidaklah gampang. Untuk itu dibutuhkan suatu gerakan kooperatif dan sungguh-sungguh berasal dari masyarakat luas.
b.      Menghadapi situasi yang tidak adil seperti yang dilukiskan diatas, banyak anggota masyarakat yang bersikap acu tak acuh dan pasrah kepada kesadaran dan aksi memerlukan ketabahan dan keuletan.
c.       Ada kelemahan-kelemahan manusiawi yang dapat menyulitkan kita dalam memperjuangkan keadilan, misalnya pamrih pribadi atau golongan, ketidakjujuran, keserakahan, dsb.
d.      Untuk perjuangan yang besar dan makan waktu ini, tentu saja membutuhkan dana dan sarana lain yang tidak sedikit. Perjuangan menuju masyarakat yang adil dan sejahtera ini sering kandas, karena mungkin tidak tersedianya dana yang mencukupi.